Langsung ke konten utama

Postingan

Jejak Damai Aceh (Novel)

Jejak Damai Aceh (Kisah Pergulatan Bat in Aneuk Aceh) © Boy Abdaz 2009 Fakta sejarah yang dijadikan latar sekaligus alur utama buku ini, memberi kesan kuat untuk menamakan buku ini sebagai novel sejarah. Laporan-laporan tentang berjatuhannya korban dari rakyat Aceh yang tidak berdosa, mematri solidaritas baru ke dalam dirinya. Ia muak pada kedua pihak bertikai yang mengaku diri sebagai pembela rakyat, tapi peluru peluru mereka tidak bisa memilah antara rakyat dan kombatan. Sebagai bagian dari catatan sejarah, novel ini merekam satu bagian dari tahapan proses damai yang pernah berlangsung di Aceh. Selanjutnya kami serahkan kepada sidang pembaca, apapun komentar anda. Baca selengkapnya Jejak Damai Aceh

Siapa yang Membaca Buku Proses Damai Aceh?

Wapres RI HM Jusuf Kalla Puncak Peringatan Damai Aceh [15/11/15] Dewi Fortuna Anwar [Deputy for Government Policy Support Sekretariat Wapres RI] Puncak Peringatan Damai Aceh [15/11/15] Juha Christensen [Inisiator Perdamaian CMI Helsinki] Puncak Peringatan Damai Aceh [15/11/15] Shienny Angelita [Counsultant of HDC Asia] Puncak Peringatan Damai Aceh [15/11/15] Teuku Kamaruzzaman [Pelaku Sejarah/Negosiator] Puncak Peringatan Damai Aceh [15/11/15] Selanjutnya >>>

Guru Bijak

Foto: Pinterest.com

Janji Pemimpin

Foto: Pinterest.com Berharap kepada pemimpin yang tidak mampu menepati janjinya, tak ubahnya percaya pada perkataan seorang teman yang saraf seriusnya telah mati.

Mereka yang Punya[02]

Munawar Liza Zainal Aktifis Perdamaian - Mantan Perunding GAM H. Ibnu Sa'dan, M.Pd Kepala Biro AUAK IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Afrizal Tjoetra Ketua Komisi Informasi Aceh Drs. Hanafiah Kabag Akademik dan Kemahasiswaan  Biro AUAK    IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Elia Elka Pemerhati Perdamaian <<< Sebelumnya

Pahitnya "Pesta" Demokrasi

Foto: Pinterest.com  ”KEKUASAAN ada di tangan rakyat, tetapi rakyat hanya memilikinya saat pemilu tiba. Setelahnya, kekuasaan itu sepenuhnya berpindah tangan ke mereka yang memenangi pemilu.” [Hannah Arendt].  Setuju atau tidak dengan pendapat Hannah Arendt, pada akhirnya politik dalam praktiknya hanya dipandang sebagai urusan penyelenggaraan kekuasaan, dan demokrasi menjadi sekedar urusan pelaksanaan pemilu. Demikian diulas oleh Agus Sudibyo pada Opini Harian Kompas 20 Maret 2014.  Meskipun pemilihan kepala daerah di Aceh masih jauh, namun tak lama lagi, ke hadapan masyarakat akan kembali disuguhkan dan dibuat familiar dengan istilah demokrasi, pesta demokrasi dan panggung demokrasi. Tentu saja rakyat disadarkan kembali tentang pentingnya demokrasi dan peran rakyat sebagai unsur utama dari demokrasi itu sendiri.  Rakyat dipuja-puja dan diberi posisi mulia dengan satu suara dapat mengubah sebuah negara. Hak memilih bagi warga negara yang sebenarnya hanya sebuah ko...

Kenapa Buku Proses Damai Aceh Ditulis

Term of Reference PENULISAN BUKU SEJARAH PERDAMAIAN ACEH Proses penyelesaian konflik Aceh secara damai melalui meja perundingan antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) adalah sebuah upaya penting yang menghargai hak-hak dasar manusia untuk dapat hidup secara damai. Membangun kepercayaan diantara kedua belah pihak adalah sebuah tantangan yang tidak mudah untuk menghindari jatuhnya korban nyawa yang lebih banyak. Pada pase-pase tertentu, Henry Dunant Centre (HDC) sebagai fasilitator telah melakukan berbagai langkah untuk menghentikan konflik bersenjata. Jeda Kemanusiaan, Damai Melalui Dialog dan Cessation of Hostilities Agreement (CoHA) adalah tahapan-tahapan itu. COHA merupakan proses penting yang mendorong kedua belah pihak untuk menghentikan permusuhan dan mendorong untuk dilakukannya pembicaraan-pembicaraan secara politik dalam penyelesaian konflik Aceh. Setelah COHA dianggap gagal oleh pihak Pemerintah Indonesia yang dilanjutkan d...

Mereka yang Punya

ICAIOS Leader Nab Bahany AS, Budayawan Muslahuddin Daud, Pelaku Sejarah Rizal Usman, Pelaku Sejarah Fahrul Rizha Yusuf, CSO Amhel, Staff Metro TV Herra, Staff CNN Indonesia <<< Sebelumnya Selanjutnya >>>

Intermezzo [Menulis Lagu]

Cover Album Seulangke Hampir semua orang suka musik, saya juga tentunya. Alirannya bisa macam-macam. Tapi terlibat di industri musik ternyata berbeda, apalagi ketika yang menyanyi dan order lagu itu bukan kita sendiri. Beberapa penyesuaian dilakukan untuk memberikan cita rasa khas kita dan selera pasar dan lagi... mood yang nyanyinya. Kebetulan saya berkesempatan membuat lirik lagu untuk ponakan saya yang kami sepakati untuk menerbitkan sebuah album, masih produksi rumah tangga hehe... Tapi yang pasti videonya bagus karena ditangani oleh senior video landscape yang belum rame di Aceh. Yuk.. dicoba aja, semoga berkenan. 1. Seulangke Ba [Cipt. Boy Abdaz] Ini kisahnya tentang seorang pemuda yang memperkenalkan calon istri ke teman dan minta bantuan temannya untuk bersedia menjadi Seulangke [Makcomblang] ketika melamar. Eh.. tak dinyana, si calon main mata, dan akhirnya Seulangke nerima aja. Jadilah mereka sebagai pasangan yang keluar sebagai juara. Sedih ya......

Politik Etnisitas dan Politik Identitas dalam Politik

Foto: Pinterest.com Kajian Bulanan PT Lingkaran Survei Indonesia Edisi 09 Januari 2008 [hal, 23]: S entimen etnis seringkali dinilai sebagai salah satu kekuatan sekaligus  problematika dalam arena demokrasi. Tak terkecuali pada kontestasi Pemilu  dan Pilkada di Indonesia.  Etnisitas sebagai salah satu kategori dalam  sosiologi politik berkembang seiring dengan perubahan pola politik identitas. Dalam  tatanan rezim politik yang bersifat tertutup, etnisitas secara sengaja dicoba untuk  dieliminasi dari panggung arena politik. Kendati demikian, etnisitas dalam kadar  tertentu terus bermain dalam politik identitas dalam panggung kekuasaan secara  laten.  Sementara itu, dalam tatanan rezim politik yang bersifat terbuka, etnisitas  justru nampak terus mengalami penguatan, mendapatkan ruang ekspresi yang  semakin luas—kendatipun saling bertarung di arena yang bersifat terbuka dan  tertutup—dan kadangkala menjadi das...