Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dapur

Petikan Senar Jasmine (Sebuah Cerpen)

Suhban baru saja merapikan peralatan kerjanya. Berbagai jenis kuas ia tempatkan di sudut ruang, kecuali box kuas mini ia biarkan di sisi palet lukis di bawah   easel stand   yang menampung sebuah   lukisan realis   berbahan dasar kanvas. Hanya butuh beberapa sentuhan kecil kepiawaian tangan Suhban untuk   finishing . Suhban tetap antusias meski memasuki bulan ketiga menuangkan segala ide untuk kesempurnaan lukisannya. Suhban mulai abai dengan perawatan dirinya, tampil sekenanya saja lazimnya seorang pelukis profesional. Rambutnya mulai membentuk gumpalan ikal meski sejatinya rambutnya hanya bergelombang kecil jika dirawat. Wajahnya mulai tampak lelah akibat kecapaian dan kekurangan asupan gizi, pola makannya tidak teratur sama sekali. Setelah beberapa kali gagal pinang, Suhban fokus di kamar melukis sebagai pelariannya dari kenyataan bahwa kesederhanaan tidak dapat diandalkan lagi di ruang sempit sosial ketika materi menjadi segalanya sebagai tolok ukur. Ke...

Oni, Pejuang PAD di Ruas Jalan

  Hari telah tinggi kala matahari pada Sabtu (41/10/2020) menyengat tiap inci bumi dengan panasnya yang mencapai 32 derajat Celsius. Kota mini Panton Labu, Aceh Utara, sangat sibuk. Di tiap sudut manusia silih berganti lalu – lalang dengan urusan masing – masing. Laju sepeda motor, mobil dan becak, saling mengisi kebisingan kota. Di depan sebuah toko, tiga lelaki berbadan tegap sibuk menurunkan barang dari badan truk dan memasukkannya ke dalam sebuah kedai. Tidak jauh dari mereka, tukang becak wara – wiri mencari penumpang. Perempuan paruh baya menjinjing barang belanjaan yang telah dibungkus plastik. Di sebuah ruas jalan yang diapit rumah toko (ruko) yang berjejer di kiri dan kanan, seorang lelaki bertopi  tactical  loreng, dan memakai rompi orange, sibuk mengatur parkir sepeda motor di sepanjang ruas yang menjadi wilayah kelolanya. Namanya Husni (33) petugas parkir yang mendapatkan mandat menjaga ketertiban parkiran di sebagian ruas jalan di terminal. Lelaki berkulit sa...

Ibnu Arabi, Aceh dan Tajalli

  “Ya Allah, telah kuikhlaskan kehormatan, harta, dan darahku atas hamba-hamba-Mu. Aku tak akan menuntut barang sebiji pun dari yang mereka punya. Tidak di dunia juga tidak di akhirat. Engkaulah sebenar-benarnya saksi dalam persoalan ini.” Demikian munajat melankolis Ibnu Arabi menutup seri kitabnya yang bertajuk  Futūhāt Makiyyah . Kitab ini dianggap sebagai salah satu kitab terpenting dalam disiplin ilmu tasawuf. Ibnu Arabi yang kontroversial itu sangat ahli meramu mistisme Islam dan kajian filsafat yang kemudian dikenal dengan Tasawuf Falsaf, bertemuanya dua disiplin ilmu antara tasawuf dan filsafat. Ibnu Arabi lahir di tengah situasi Andalusia yang tak menentu, antara peperangan dan pemberontakan akibat ancaman penaklukan Andalusia oleh  Reconquista  (para penakluk), sekelompok tentara Kristen. Ia lahir di tahun yang sama ketika Syekh Abdul Kadir al-Jilani baru saja wafat. Pemikirannya yang paling banyak diperdebatkan adalah konsep  wahdatul wujud , yang ole...