Langsung ke konten utama

Postingan

Ibnu Arabi, Aceh dan Tajalli

  “Ya Allah, telah kuikhlaskan kehormatan, harta, dan darahku atas hamba-hamba-Mu. Aku tak akan menuntut barang sebiji pun dari yang mereka punya. Tidak di dunia juga tidak di akhirat. Engkaulah sebenar-benarnya saksi dalam persoalan ini.” Demikian munajat melankolis Ibnu Arabi menutup seri kitabnya yang bertajuk  Futūhāt Makiyyah . Kitab ini dianggap sebagai salah satu kitab terpenting dalam disiplin ilmu tasawuf. Ibnu Arabi yang kontroversial itu sangat ahli meramu mistisme Islam dan kajian filsafat yang kemudian dikenal dengan Tasawuf Falsaf, bertemuanya dua disiplin ilmu antara tasawuf dan filsafat. Ibnu Arabi lahir di tengah situasi Andalusia yang tak menentu, antara peperangan dan pemberontakan akibat ancaman penaklukan Andalusia oleh  Reconquista  (para penakluk), sekelompok tentara Kristen. Ia lahir di tahun yang sama ketika Syekh Abdul Kadir al-Jilani baru saja wafat. Pemikirannya yang paling banyak diperdebatkan adalah konsep  wahdatul wujud , yang ole...

Aspek Logis (Mempertahankan) MoU Helsinki

  Pencapaian monumental antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 15 Agustus 2005 melalui sebuah kesepahaman yang dikenal dengan  Memorandum of Understanding  (MoU) Helsinki, telah merubah wajah Aceh secara signifikan. Perang berhenti, rakyat Aceh melanjutkan mimpi-mimpi mereka yang tertunda. Perdamaian berwujud dengan aneka wajah. Reintregrasi dan pengakuan hak mantan kombatan –termasuk hak politik—menjadi hal penting selain penyelenggaraan pemerintahan di Aceh. MoU menggelinding di segenap penjuru. Setelah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh lahir pada Agustus 2006, semangat dan isu MoU Helsinki tidak pernah padam. MoU Helsinki merupakan semangat awal. Sampai-sampai UUPA cenderung menjadi pijakan kedua bagi pemangku kepentingan di Aceh, setidaknya selama satu dekade. MoU Helsinki menjadi anak emas yang mempunyai nilai legitimasi dan politis. Pemahaman tentang MoU terpapar sebagai produk internasional dari lidah ke lidah dan ...

Hak Asasi Lembu

  Dalam rangka mempercepat peningkatan populasi sapi dalam negeri, Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan melakukan kerja sama dengan Australia untuk mengimpor sapi indukan dari negeri kangguru. Pengadaan sapi indukan ini kemudian didistribusikan ke beberapa provinsi termasuk Aceh. Pengadaan dilakukan Unit Pelaksana Teknis Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Sumbawa yang dilakukan secara bertahap. Lalu disalurkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) agar kebijakan penambahan indukan berjalan dengan baik untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri, sebagaimana dijelaskan Dirjen PKH, I Ketut Diarmita yang dimuat  okezone.co m [12/18]. Dalam sebuah laporan resmi yang dikeluarkan Pemerintah Australia, sampai Mei 2019 Australia telah melakukan 81 kiriman ternak yang diekspor ke Indonesia melalui jalur laut. Indonesia merupakan pasar terbesar untuk ternak sapi dan kerbau. Setidaknya 243.602 sapi dan 936 ...

Trans Continent Menampar Citra Pemerintah Aceh yang “Mengkilap”

  Seminggu terakhir saya rajin mengikuti paparan inspiratif di sebuah akun media sosial. Memompa semangat  entrepreneur  dan mencoba membuka wawasan bagi generasi dan sarjana usia muda untuk melihat prospek sumber daya alam lokal yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk membangkitkan kesejahteraan ekonomi. Murthalamuddin, seorang birokrat yang saat ini lebih fokus ke dunia bisnis. Dia menawarkan banyak konsep yang secara sederhana dapat dilakukan oleh siapa saja yang mempunyai keinginan untuk mengembangkan diri secara ekonomi. Sosok ini ikut menyarankan langkah-langkah antisipatif sebagai  exit strategy  bagi Pemerintah Aceh dalam rangka menghadapi berakhirnya dana Otonomi Khusus Aceh. Ketertarikan saya karena dia sejatinya  people in  yang pernah bergelut dengan kebijakan tingkat Provinsi Aceh. Beberapa dinamika dan fakta di lingkaran kekuasaan yang tidak terungkap sebelumnya menjadi argumen penguat bagi analisanya. Terlepas dari wacana ia sedang...

Covid -19, dari Corona Semoga Tidak Menjadi Corporation of Vandalism

  Hampir semua orang saat ini dihadapkan pada realitas global yang mengkhawatirkan. Jadi kita harus melucu sebisanya. Berjenaka ria di antara melakukan tindakan atau kegiatan positif di tengah badai Covid-19. Benar, ada luang di tengah ancaman dan kelonggaran-kelonggaran di ruang proteksi pencegahan. Berangkat dari kebijakan skala nasional, kita coba melihat ke Aceh. Anak-anak yang sekolahnya terpaksa diliburkan, lalu muncul istilah belajar dari rumah yang sebelumnya belum pernah dipraktekkan bahkan tidak didiskusikan sama sekali saat kondisi normal. Tidak ada mekanisme atau juknis memadai yang mampu menjamin anak-anak tetap dalam pembelajaran ala sekolah saat belajar dari rumah. Akibatnya, dari total jam belajar di hari normal, mungkin hanya 20% yang mampu diserap anak-anak untuk belajar. Sisanya kegiatan suka-suka. Ketika sekolah diliburkan, para guru tidak mungkin ke sekolah untuk mengajar, selain guru juga termasuk dalam objek kebijakan yang mengatur  social distancing . G...

Rocky, Bintang Muda dari Timur

  Seorang perempuan paruh baya menenteng  eumpang caroek , tas kecil yang terbuat dari sulaman daun ibôh berdiri persis di sebelah kanan tangga pintu depan pendopo. Ia bersahaja, menutup kepalanya dengan lilitan selendang batik yang juga membalut separuh badannya. Di belakangnya ada beberapa perempuan lain yang rata-rata sebaya dengannya. Ada sekira lima belas orang, sebagian mereka berjongkok di atas tanah, saling berbicara. Mereka reflek bangun ketika melihat orang yang mereka tunggu muncul dari pintu utama, penuh wibawa yang membuat mereka yakin inilah pemimpin mereka yang baru. Lelaki itu melihat sekilas ke arah mereka untuk sadar situasi, lalu melanjutkan sisa pembicaraan dengan tamunya sambil melepas mereka pamit. Perempuan pertama di dekat tangga dengan semangat menunggu pembicaraan itu selesai. Tak lama, ia memanggil Bapak kepada lelaki itu, beberapa detik usai ia melepas salaman pamit tamunya. Ia menoleh dengan ramah, menuruni anak tangga dan menghampiri perempuan-per...